Terkait Krisis Air Bersih, Mahasiswa Pijay Desak PDAM dan Bupati Bertanggungjawab   | Lugas.co

Terkait Krisis Air Bersih, Mahasiswa Pijay Desak PDAM dan Bupati Bertanggungjawab  

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA, LUGAS.COMahasiswa Pidie Jaya, Muhammad Rizha, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Meureudu dan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, agar bertanggungjawab terhadap kondisi krisis air yang terjadi selama ini.

“Krisis air di Pidie Jaya terus berlanjut, pasokan air dari PDAM ada yang mati total tanpa pemberitahuan dan ada yang debit air sangat kecil,” kata mahasiswa Pidie Jaya, Muhammad Rizha, Senin, 4 April 2026.

Kata Rizha, kondisi itu memicu kemarahan publik.  Kata dia, air sebagai kebutuhan dasar justru sulit diakses, sementara pelayanan yang seharusnya menjadi tanggungjawab PDAM Pidie Jaya dinilai jauh dari kata layak.

Baca juga:  Bupati Sibral Ingatkan Tim Verifikasi Korban Bencana Profesional

“Kondisi ini tidak sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bentuk kelalaian serius dalam pelayanan publik,” sebut Rizha.

Rizha menambahkan, air merupakan kebutuhan dasar rakyat, bukan komoditas yang bisa dipermainkan Rizha menambahkan, apa yang terjadi hari ini bukan pelayanan, namun pembiaran.

“Bahkan, bisa disebut sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tutur Rizha.

Rizha mengaku, masyarakat sudah lelah dengan alasan teknis yang terus diulang tanpa solusi nyata. Menurut Rizha, yang dibutuhkan bukan janji, melainkan tindakan konkret.

“Air mati berhari-hari tanpa pemberitahuan, aliran kecil seperti tidak layak pakai, tagihan melonjak tanpa kejelasan, dan keluhan warga tidak ditanggapi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Rizha.

Baca juga:  Camat Cot Girek Lantik 4 Geuchik, Tekankan Pengelolaan Dana Desa

Rizha juga mendesak transparansi dari pihak PDAM terkait pengelolaan anggaran dan kinerja direksi. Rizha mengaku, warga butuh kejelasan dan keseriusan.

“PDAM bukan milik direksi, tapi milik rakyat. Direksi harus bekerja, bukan hanya duduk nyaman tanpa tanggung jawab,” lanjut Rizha.

Selain itu, Rizha turut menyoroti sikap Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, yang dinilai belum memberikan respons tegas terhadap krisis ini.

“Jika Bupati tetap diam melihat rakyatnya kesulitan air di tanah sendiri, maka itu sama saja dengan merestui penderitaan ini. Diam adalah bentuk persetujuan,” kritik Rizha.

Baca juga:  PMI Pidie Jaya Salurkan Bantuan Ke Sekolah Terdampak Bencana

Rizha menegaskan bahwa, masyarakat tidak akan tinggal diam jika kondisi ini terus berlanjut. Rizha menuntut pihak bertanggungjawab, agar air segera mengalir normal.

“Jika tidak, maka rakyat akan mengambil sikap. Air harus mengalir, atau kursi kekuasaan yang akan digoyang,” ungkap Rizha.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasikan dengan Direktur PDAM terkait krisis air yang terjadi di Pidie Jaya. [] (rissan/ah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dek Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  
Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap
Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu
Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari
Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah
Pemerintah Gampong Buket Guru Rayakan Tahun Baru Islam, Turut Peusijuek Geuchik dan Santuni Anak Yatim
Ribu Masyarakat Pidie Jaya Padati Puncak Perayaan 1 Muharram 1448 Hijriah
Ribuan Peserta Meriahkan Karnaval HUT Pidie Jaya, Tampilkan Ragam Kreativitas

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:47

Dek Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:56

Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:34

Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:30

Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:44

Pemerintah Gampong Buket Guru Rayakan Tahun Baru Islam, Turut Peusijuek Geuchik dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru

Plt Kalaksa BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, ST. Foto : Ist

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

Sabtu, 20 Jun 2026 - 05:56