Kritik Dana Otsus dan JKA, Armen Desky Desak Pengesahan Provinsi ALA | Lugas.co

Kritik Dana Otsus dan JKA, Armen Desky Desak Pengesahan Provinsi ALA

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armen Desky, Mantan Bupati Aceh Tenggara. Foto : Ist

Armen Desky, Mantan Bupati Aceh Tenggara. Foto : Ist

ACEH TENGGARA, LUGAS.CO – Mantan Bupati Aceh Tenggara, Armen Desky, mengkritik distribusi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang dinilai tidak merata, dan lemahnya implementasi program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di sejumlah wilayah, terutama di wilayah tengah dan tenggara Aceh.

“Untuk memberikan keadilan di wilayah tengah dan tenggara Aceh, maka pemerintah pusat harus membuka moratorium pemekaran daerah, khususnya terkait pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA),” kata Armen Desky, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.

Menurut Armen Desky, hingga saat ini distribusi Dana Otsus Aceh dinilai belum optimal dan cenderung tidak merata. Ia menilai, alokasi anggaran yang seharusnya menjadi instrumen percepatan pembangunan, justru lebih banyak terserap pada kepentingan kelompok tertentu, sehingga belum menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah tengah dan tenggara Aceh, khususnya kawasan ALA.

Baca juga:  Pemerintah Gampong Buket Guru Rayakan Tahun Baru Islam, Turut Peusijuek Geuchik dan Santuni Anak Yatim

“Ketimpangan ini nyata dirasakan masyarakat. Dana Otsus seharusnya menjadi solusi pemerataan, namun dalam praktiknya belum berjalan maksimal. Oleh karena itu, pemekaran wilayah menjadi langkah strategis untuk memastikan distribusi anggaran lebih adil dan tepat sasaran,” ujar Armen.

Selain persoalan Otsus, Armen juga menyoroti implementasi program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), yang dinilai belum merata. Program yang digagas Irwandi Yusuf tersebut, sejatinya merupakan terobosan penting dalam pelayanan kesehatan dan bahkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga:  Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

“Namun demikian, disejumlah wilayah ALA, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan program JKA, apalagi merasakan manfaatnya secara langsung. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi informasi dan layanan kesehatan,” sebut Armen.

Armen menambahkan, JKA merupakan program yang baik, namun implementasinya belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kata Armen, di wilayah ALA, masih banyak warga yang tidak mengetahui tentang JKA, sehingga menjadi persoalan serius, terlebih dengan rencana penerapan klasifikasi desil JKA pada Mei 2026.

Baca juga:  Marhaban, S.Pd, Bacalon Ketua DPD KNPI Pidie Jaya. Foto : Ist

“Ketimpangan dalam pengelolaan Otsus dan belum meratanya implementasi JKA menjadi faktor utama yang mendorong urgensi pemekaran Provinsi ALA,” tutur Armen.

Menurut Armen, pembentukan provinsi baru dapat memperpendek rentang kendali pemerintahan, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

“Pemekaran ALA bukanlah upaya pemecahan wilayah, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di Aceh,” tutur Armen.

Armen berharap, pemerintah pusat dapat melihat ini secara objektif. Pemekaran ALA adalah solusi untuk pemerataan, bukan perpecahan. [] (AH)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong
De’ Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  
Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap
Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu
Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari
Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah
Pemerintah Gampong Buket Guru Rayakan Tahun Baru Islam, Turut Peusijuek Geuchik dan Santuni Anak Yatim
Ribu Masyarakat Pidie Jaya Padati Puncak Perayaan 1 Muharram 1448 Hijriah

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:17

Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:47

De’ Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:34

Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:30

Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:53

Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah

Berita Terbaru