Target Kabupaten Layak Anak dan Angka Kekerasan di Pidie Jaya | Lugas.co

Target Kabupaten Layak Anak dan Angka Kekerasan di Pidie Jaya

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Azhariyadi, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pidie Jaya. Foto : Ist

Azhariyadi, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pidie Jaya. Foto : Ist

PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, dibawah kepemimpinan Bupati Sibral Malasyi, menargetkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Namun, untuk mendapatkan predikat KLA tersebut, pemerintah daerah harus memenuhi sejumlah indikator penilaian.

“Setidaknya, terdapat tujuh indikator yang harus dipenuhi pemerintah daerah,” kata Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pidie Jaya, Azhariyadi, Rabu, 29 April 2026.

Baca juga:  Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah

Kata Azhariyadi, kepemilikan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), penurunan angka stunting, penyediaan ruang bermain anak, kawasan tanpa rokok, serta pemenuhan imunisasi anak, merupakan bagian dari indikator penilaian.

“Untuk mendapatkan predikat KLA, maka seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan gampong harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak,” sebut Azhariyadi.

Baca juga:  Disbunnak Pidie Jaya Pastikan Stok Hewan Qurban dan Meugang Aman, Capai 1.454 Ekor Hewan Ternak

Sementara itu, angka kekerasan terhadap anak disana masih tergolong tinggi. Pada tahun 2025, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pidie Jaya, mencatat, sebelas kasus kekerasan terjadi.

“Ada sebelas kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2025,” sebut Azhariyadi.

Azhariyadi menambahkan, hingga April 2026, sudah terjadi lima kasus kekerasan, sehingga menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius dalam memberikan perlindungan terhadap anak.

Baca juga:  Disperindagkop Pidie Jaya Dorong Percepatan Legalitas Usaha

“Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian kita bersama,” ucap Azhariyadi.

Azhariyadi mengaku, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta lingkungan pendidikan, baik sekolah maupun pesantren, guna mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kami juga mengajak peran aktif orangtua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta segera melaporkan indikasi kekerasan terhadap anak,” tutup Azhariyadi.  [] (rissan/ah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana
Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua
Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong
De’ Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  
Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap
Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu
Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari
Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:41

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana

Senin, 29 Juni 2026 - 12:40

Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:17

Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:56

Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:34

Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu

Berita Terbaru