Dinas Sosial P3A Pidie Jaya Data Anak Putus Sekolah | Lugas.co

Dinas Sosial P3A Pidie Jaya Data Anak Putus Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pidie Jaya saat melaukan assessment dan pendataan anak putus sekolah, Rabu, 10 Juni 2026. Foto : Ist

Tim Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pidie Jaya saat melaukan assessment dan pendataan anak putus sekolah, Rabu, 10 Juni 2026. Foto : Ist

PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) Pidie Jaya melakukan assessment dan pendataan anak-anak putus sekolah di Kabupaten setempat.

Pendataan tersebut dilakukan Dinas Sosial P3A Pidie Jaya guna menindaklanjuti instruksi Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, terkait anak-anak usia pendidikan yang putus sekolah.

“Kita telah menurunkan tim untuk melakukan assessment dan pendataan serta verifikasi lapangan sesuai instruksi bapak bupati, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk desil satu harus mendapatkan pendidikan,” kata Plt. Kepala Dinsos P3A Pidie Jaya, Azhariyadi, Rabu, 9 Juni 2026.

Baca juga:  58 SPPG Beroperasi di Bireuen, Terbanyak di Kota Juang

Azhariyadi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim  ke seluruh desa di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya guna mencari dan memastikan keberadaan anak-anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil satu.

“Pendataan itu bagian dari persiapan pelaksanaan program sekolah rakyat tahun 2026,” sebut Azhariyadi.

Azhariyadi menambahkan, sekolah rakyat merupakan program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

“Assessment dan pendataan yang kita lakukan merupakan bentuk komitmen Pemkab Pidie Jaya dalam rangka mendukung kebijakan nasional,” tambah Azhariyadi.

Baca juga:  47 Siswa MAN 2 Bireuen Dibekali Pendidikan Politik

Azhariyadi menambahkan, pelaksanaan sekolah rakyat bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada semua orang yang siap bersaing menuju Indonesia emas mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Pada tahun 2026, Pemkab Pidie Jaya menargetkan sebanyak 90 anak menjadi peserta sekolah rakyat, terdiri atas 30 anak jenjang Sekolah Dasar, 30 anak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 30 anak jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),” ungkap Azhariyadi.

Azhariyadi menambahkan, untuk menjamin pemerataan kesempatan, kuota peserta telah dibagi secara proporsional kepada setiap kecamatan berdasarkan jumlah desa di wilayah masing-masing.

“Pemkab Pidie Jaya juga mengajak seluruh masyarakat, aparatur desa, pendamping sosial, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya untuk berpartisipasi aktif memberikan informasi, bila menemukan anak-anak yang memenuhi kriteria tersebut agar dapat segera dilakukan pendataan dan assessment,” tutur Azhariyadi.

Baca juga:  Target Kabupaten Layak Anak dan Angka Kekerasan di Pidie Jaya

Azhariyadi menambahkan, melalui program sekolah rakyat, Pemkab Pidie Jaya berharap, agar semakin banyak anak dari keluarga miskin ekstrem memperoleh akses pendidikan yang layak, sehingga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan yang cerah dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Bersama sekolah rakyat, kita hadirkan kesempatan pendidikan untuk semua anak Pidie Jaya,” pungkas Azhariyadi. [] (ris/ah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana
Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua
Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong
De’ Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  
Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap
Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu
Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari
Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:41

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana

Senin, 29 Juni 2026 - 12:40

Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:17

Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:56

Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:34

Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu

Berita Terbaru