Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana | Lugas.co

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr Munawar Ibrahim, menyerukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, agar memperkuat kinerja penanganan pascabencana dan mempublikasikan secara luas kepada publik.

Hal itu disampaikan Sekda Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, saat menerima Satgas PRR Aceh Dr. Drs. Imran, M. Si., M. A. Cd, di ruang rapat Setdakab setempat, Jum’at, 3 Juli 2026.

Sekda Munawar meminta setiap OPD agar memastikan seluruh kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari perbaikan rumah warga, jembatan, pembersihan lumpur, penyediaan air bersih, dan dukungan sektor pendidikan serta kesehatan agar dapat segera ditindaklanjuti secara terukur dan terintegrasi.

“Kehadiran pemerintah pusat harus kita manfaatkan untuk menyampaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai kita lalai, karena ini menyangkut percepatan pemulihan kehidupan warga. Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri, semuanya harus bergerak bersama,” ucap Sekda Munawar.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas PRR Aceh, Dr Drs Imran  menyoroti sejumlah persoalan mendesak yang harus menjadi prioritas penanganan, terutama pembangunan infrastruktur dasar yang rusak dan terdampak lumpur pascabanjir yang masih membebani masyarakat.

Baca juga:  Pemkab Pidie Jaya Gelar Pengajian Rutin Bersama Abu Mudi, Perkuat Pemahaman Syariat Islam  

“Jalan lingkungan di sejumlah kawasan terdampak terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi lumpur dan genangan, sementara kondisi beberapa jembatan sudah sangat memprihatinkan karena kaki jembatan, pengikat, hingga struktur penyangga mengalami kerusakan berat,” sebut Imran.

Menurut Imran, persoalan tersebut harus menjadi usulan utama pada setiap audiensi di Jakarta, khususnya kepada Kementerian yang menangani rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Suluruh OPD harus serius memanfaatkan alokasi program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah tersedia, semua unsur harus bergerak cepat, jangan menunggu dan jangan saling melempar tanggung jawab,” pesan Imran.

Kata Imran, berdasarkan data penanganan bencana yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan skala pekerjaan pemulihan yang masih besar. Kata dia, pemerintah mencatat total 20.187 unit rumah rusak akibat bencana, terdiri atas 13.187 unit rusak ringan, 3.921 unit rusak sedang, dan 3.069 unit rusak berat.

Baca juga:  Pidie Jaya Kembali Raih WTP, Ini Yang Ke 12

“Untuk penanganan hunian sementara, telah terbangun 1.342 unit huntara dan 1.324 unit di antaranya telah dihuni, sementara Dana Tunggu Hunian (DTH) telah tersalurkan kepada 1.431 kepala keluarga, dengan 389 KK masih dalam proses penyaluran,” katanya.

Kata dia, Pemkab Pidie Jaya telah mengusulkan 5.971 unit bantuan hunian tetap (Huntap) tahap II, yang mencakup 3.645 unit rumah rusak sedang serta 2.326 unit rumah rusak berat skema insitu/mandiri.

“Untuk kebutuhan air bersih, pemerintah mengusulkan pembangunan 155 titik sumur bor, dengan realisasi 38 titik dibangun BNPB dan 14 titik dibangun Kementerian PUPR/BPBRKA, sehingga masih tersisa 103 titik usulan yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menambahkan, dari itu semua kita berharap seluruh capaian dan  progres serta kendala di lapangan tidak berhenti hanya sebagai laporan internal, tetapi dipublikasikan secara kuat dan argumentatif kepada masyarakat. Ia meminta Kominfo, Prokopim, dan dinas teknis memperbanyak visualisasi pekerjaan yang telah dilakukan agar publik mengetahui bahwa pemulihan terus berjalan.

Baca juga:  Gerakan Pangan Murah, Pemkab Pijay Siapkan 1.000 Pic Minyak Goreng dan 2 Ton Beras  

 “Yang sudah dikerjakan harus ditampilkan, yang belum selesai harus dijelaskan apa kendalanya. Pemerintah tidak boleh kalah oleh narasi negatif. Jawabannya bukan berdebat, tapi tunjukkan kerja nyata, data yang benar, dan progres yang terukur,” terang Imran.

Sekedar informasi, pertemuan bersama Ketua Satgas PRR Aceh Dr. Drs. Imran, M. Si., M. A. Cd turut diikuti Para Asisten, Inspektur, Ka. BPKK, Plt. Kalak BPBD, Plt. Ka. Dinas PU, Plt. Ka. Dinas Pertanian, Ka. DKP, Ka. DPMG, Ka. Bapppeda, Ka. Disperindagkop, Ka. Dinas Pertahanan, Dir. PDAM, Para Kabag setdakab Pidie Jaya. [] (ris)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua
Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong
De’ Boy Nahkodai KNPI Pidie Jaya, Usung Misi Pembangunan Untuk Pidie Jaya Meusyuhu  
Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap
Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu
Seorang Lansia di Matang Rubek Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Lima Hari
Pemulihan Pascabencana Lamban, Pemerintahan Pidie Jaya Disuguhi Rapor Merah
Pemerintah Gampong Buket Guru Rayakan Tahun Baru Islam, Turut Peusijuek Geuchik dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:41

Sekda Pidie Jaya Serukan OPD Perkuat Kinerja dan Publikasi Penanganan Pascabencana

Senin, 29 Juni 2026 - 12:40

Bupati Sibral Malasyi Kukuhkan 60 Tagana Muda Kecamatan Meurah Dua

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:17

Pemkab Pidie Jaya Monitoring Pilchiksung Serentak di 31 Gampong

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:56

Pemkab Pidie Jaya Tetapkan 3.069 Penerima Huntap

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:34

Pemerintah Gampong Blang Sialet Tekan Angka Stunting Melalui Posyandu

Berita Terbaru