PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Meureudu, Pidie Jaya, menjelaskan bahwa, pihaknya sedang mengupayakan pembersihan pipa jaringan air yang tersumbat lumpur paca banjir susulan.
“Pipa jaringan air bersih PDAM tersumbat dan petugas sedang mengupayakan pembersihan,” kata Plt. Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Meureudu, Wandi, ST., menjawab Lugas.co, Senin, 4 Mei 2026, via sambungan seluler.
Kata Wandi, paska banjir besar akhir November 2025, sebagian besar jaringan PDAM sudah beroperasi kembali, namun jaringan air bersih tersebut kembali tersumbat pada saat banjir susulan yang menerjang Pidie Jaya, Rabu, 8 April 2026.
“Sejak tanggal 9 April sampai 4 Mei 2026, petugas sudah membersihkan sendimen dari saluran air bersih di sejumlah tempat,” ucap Wandi.
Kata Wandi, petugas sudah membersihkan saluran intake dari sedimen lumpur, batu dan kayu gelondongan. Selain itu, juga dilakukan pembersihan dan pengurasan saluran pembawa air baku.
“Kita juga sudah membersihkan dan pengurasan bak penampung dan pengurasan/flashing pipa dari sedimen baru sepanjang 250 meter,” tambah Wandi.
Wandi mengaku, masih terdapat 200 meter pipa yang harus dilakukan pengurasan dan membutuhkan alat berat, karena berada di kedalam 4 sampai 5 meter di bawah permukaan tanah.
“Untuk kegiatan pembersihan, petugas terus bekerja, namun terdapat kendala, karena pipa berada di kedalaman 5 meter dari permukaan tanah, sehingga membutuhkan alat berat, dan sampai saat ini belum ada dukungan alat berat,” jelas Wandi.
Wandi merincikan detil kerusakan yang terjadi pasca banjir susulan diantaranya, saluran intek seluas 10 x 1.5 x 3 M tertimbun batu, lumpur dan kayu. Selain itu, saluran pembawa air baku sepanjang 70 x 2 x 1.5 meter dalam kondisi tertimbun lumpur dan batuan dengan kisaran 85 persen.
“Bak penampung seluas 12 x 7 x 3 meter dengan kondisi 80 persen tertimbun lumpur dan jaringan transmisi Galvanis dan HDPE diameter 500 mm sepanjang 450 meter penuh sedimen lumpur,” tambah Wandi.
Wandi mengaku, pihaknya sedang melakukan commissioning untuk memastikan bahwa pipa sudah bisa difungsikan secara darurat atau masih mengalami sumbatan parah. [] (rissan/ah)






