PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Bupati Pidie Jaya, Tgk H Syibral Malasyi, MA S.Sos., ME mengukuhkan 60 Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda di wilayah Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, yang digelar di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum setempat, Senin, 29 Juni 2026.
Pengukuhan 60 Tagana Muda yang direkrut Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pidie Jaya tersebut dalam rangka pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang difasilitasi Kementerian Sosial Republik Indonesia, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam.
Pada kesempatan itu, Bupati Sibral Malasyi mengajak seluruh Tagana Muda agar meningkatkan kapasitas, dan menjaga kekompakan, serta membangun semangat gotong royong dalam rangka menghadapi berbagai tantangan kebencanaan kedepan.
“Tagana muda dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial tinggi, serta memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang terjadi sewaktu-waktu,” sebut Sibral.
Kata Sibral, pengukuhan Tagana muda bukan sekadar seremonial semata, melainkan Tagana muda memiliki tanggung jawab dan amanah serta menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana ditengah-tengah masyarakat.
“Tagana muda menjadi harapan daerah, maka jadilah generasi yang tangguh, sigap, berani, dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Pengabdian kepada sesama merupakan nilai kemanusiaan yang harus dijaga,” pesan Sibral.
Sementara itu, Plt Kepala Dinsos P3A Pidie Jaya, Azhariyadi menambahkan, pengukuhan Tagana muda menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketangguhan masyarakat melalui pemberdayaan generasi muda.
“Dengan adanya Tagana muda disetiap gampong, maka gampong memiliki kader-kader yang mampu melakukan edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga membantu proses tanggap darurat, bila terjadi bencana,” sebut Azhariyadi.
Kata Azhariyadi, semangat yang ditanamkan kepada para Tagana muda bukan hanya tentang kesiagaan menghadapi bencana, tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan keikhlasan untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Siaga bukan pada saat bencana telah datang, tetapi karena kita telah siap sebelum bencana terjadi. Tagana adalah simbol keberanian, kepedulian, dan pengabdian untuk Pidie Jaya yang lebih tangguh, lebih aman, dan lebih siap menghadapi masa depan,” tutur Azhariyadi.
Azhariyadi menambahkan, Tagana muda yang berasal dari 19 Gampong se Kecamatan Meurah Dua telah mengikuti pembekalan, pelatihan, dan pendidikan dasar kebencanaan. [] (ris/ah)







