PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) Pidie Jaya melakukan assessment dan pendataan anak-anak putus sekolah di Kabupaten setempat.
Pendataan tersebut dilakukan Dinas Sosial P3A Pidie Jaya guna menindaklanjuti instruksi Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, terkait anak-anak usia pendidikan yang putus sekolah.
“Kita telah menurunkan tim untuk melakukan assessment dan pendataan serta verifikasi lapangan sesuai instruksi bapak bupati, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk desil satu harus mendapatkan pendidikan,” kata Plt. Kepala Dinsos P3A Pidie Jaya, Azhariyadi, Rabu, 9 Juni 2026.
Azhariyadi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim ke seluruh desa di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya guna mencari dan memastikan keberadaan anak-anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil satu.
“Pendataan itu bagian dari persiapan pelaksanaan program sekolah rakyat tahun 2026,” sebut Azhariyadi.
Azhariyadi menambahkan, sekolah rakyat merupakan program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
“Assessment dan pendataan yang kita lakukan merupakan bentuk komitmen Pemkab Pidie Jaya dalam rangka mendukung kebijakan nasional,” tambah Azhariyadi.
Azhariyadi menambahkan, pelaksanaan sekolah rakyat bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada semua orang yang siap bersaing menuju Indonesia emas mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Pada tahun 2026, Pemkab Pidie Jaya menargetkan sebanyak 90 anak menjadi peserta sekolah rakyat, terdiri atas 30 anak jenjang Sekolah Dasar, 30 anak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 30 anak jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),” ungkap Azhariyadi.
Azhariyadi menambahkan, untuk menjamin pemerataan kesempatan, kuota peserta telah dibagi secara proporsional kepada setiap kecamatan berdasarkan jumlah desa di wilayah masing-masing.
“Pemkab Pidie Jaya juga mengajak seluruh masyarakat, aparatur desa, pendamping sosial, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya untuk berpartisipasi aktif memberikan informasi, bila menemukan anak-anak yang memenuhi kriteria tersebut agar dapat segera dilakukan pendataan dan assessment,” tutur Azhariyadi.
Azhariyadi menambahkan, melalui program sekolah rakyat, Pemkab Pidie Jaya berharap, agar semakin banyak anak dari keluarga miskin ekstrem memperoleh akses pendidikan yang layak, sehingga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan yang cerah dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Bersama sekolah rakyat, kita hadirkan kesempatan pendidikan untuk semua anak Pidie Jaya,” pungkas Azhariyadi. [] (ris/ah)







