Ketum Milenial Indonesia Aceh-Jakarta Kritik Dana Otsus dan JKA, Nilai Belum Merata | Lugas.co

Ketum Milenial Indonesia Aceh-Jakarta Kritik Dana Otsus dan JKA, Nilai Belum Merata

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fariski Adwari, Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh–Jakarta. Foto : Ist

Fariski Adwari, Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh–Jakarta. Foto : Ist

JAKARTA, LUGAS.CO – Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh–Jakarta, Fariski Adwari, menyampaikan kritik konstruktif terhadap pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang dinilai belum optimal dan merata, khususnya di daerah-daerah terpencil dan tertinggal di Aceh.

“Alokasi Dana Otsus selama ini belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata,” kata Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh–Jakarta, Fariski Adwari, dalam keterangan yang dikutip Lugas.com, Sabtu, 25 April 2026.

Fariski Adwari menilai, masih terdapat ketimpangan distribusi anggaran, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  58 SPPG Beroperasi di Bireuen, Terbanyak di Kota Juang

“Dana Otsus seharusnya menjadi instrumen percepatan kesejahteraan rakyat Aceh secara menyeluruh. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas yang cukup tajam antar wilayah. Ini harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pemangku kebijakan,” pinta Fariski.

Selain itu, Fariski juga menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang akan dioptimalkan kembali per 1 Mei mendatang. Fariski meminta agar pemerintah daerah melakukan pembenahan dalam klasifikasi data penerima manfaat, sehingga program JKA benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan baru.

Baca juga:  Identitas Mayat di Peudada Terungkap, Diduga Korban Kecelakaan

“Kami mendorong agar data penerima JKA diperbaiki secara komprehensif—mulai dari validasi, pembaruan, hingga keterbukaan akses publik. Jangan sampai masyarakat yang berhak justru tidak terakomodasi, sementara yang tidak berhak menikmati fasilitas tersebut,” lanjut Fariski.

Fariski menegaskan bahwa generasi muda Aceh memiliki kepentingan besar dalam memastikan tata kelola anggaran daerah berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan sosial. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari kontrol sosial konstruktif.

Baca juga:  183 CJH Pidie Jaya Siap diberangkatkan, ini Jadwalnya 

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, aktivis, dan pemuda, untuk bersama-sama mengawasi implementasi Dana Otsus dan program JKA agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi rakyat Aceh,” tutup Fariski. [] (AH)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hendak Mendulang Emas, 3 Warga Pidie Terseret Arus Sungai, 1 Hilang
Kritik Dana Otsus dan JKA, Armen Desky Desak Pengesahan Provinsi ALA
5 Panti Asuhan di Pidie Jaya Dapat Bantuan Kasur Dari Dinsos
183 CJH Pidie Jaya Siap diberangkatkan, ini Jadwalnya 
PMI Pidie Jaya Salurkan Bantuan Ke Sekolah Terdampak Bencana
Pasca Banjir, Masyarakat kesulitan Air Bersih
Bupati Pijay Terima Bantuan dari BGN untuk Korban Banjir
Lantik Ismunandar Sebagai Sekda, Mukhlis Tekankan Stabilitas Pemerintahan  

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 09:46

Hendak Mendulang Emas, 3 Warga Pidie Terseret Arus Sungai, 1 Hilang

Sabtu, 25 April 2026 - 16:40

Ketum Milenial Indonesia Aceh-Jakarta Kritik Dana Otsus dan JKA, Nilai Belum Merata

Sabtu, 25 April 2026 - 16:37

Kritik Dana Otsus dan JKA, Armen Desky Desak Pengesahan Provinsi ALA

Kamis, 23 April 2026 - 09:25

183 CJH Pidie Jaya Siap diberangkatkan, ini Jadwalnya 

Rabu, 22 April 2026 - 11:18

PMI Pidie Jaya Salurkan Bantuan Ke Sekolah Terdampak Bencana

Berita Terbaru