Pidie Jaya – LUGAS.CO | Pasca banjir bandang dan longsor sejumlah desa di wilayah kabupaten Pidie Jaya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Salah satu masyarakat Gampong Meunasah balek, Fadli kepada lugas.co, Senin, 20 April kemarin, mengatakan, masyarakat Gampong Meunasah balek dan sekitarnya sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Selama masa penanganan bencana oleh pemerintah mulai dari bulan Desember 2025 sampai bulan April 2026, pendistribusian air bersih hanya berfokus untuk kebutuhan minum dan masak.
“Selama ini pendistribusian air bersih yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun organisasi kemanusiaan lainya hanya untuk kebutuhan air minum dan masak saja, sedangkan untuk mandi dan kebutuhan lainya terpaksa kami pakai air keruh dari sungai, syukur syukur kalau ada hujan bisa kami tampung airnya,” ucapnya
Fadli juga menambah, ada upaya mandiri masyarakat untuk mengali sumur, baik sumur bor maupun sumur cincin dengan sumber daya yang ada, tapi tidak membuahkan hasil, selain terlalu dalam air yang didapatkan keruh.
Dalam hal ini, masyarakat Meunasah belek sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun donatur lainnya untuk dapat membantu mengatasi kesulitan-kesulitan air.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun pihak donatur, kalau ada sumur bor yang kapasitasnya besar itu sangat membantu kami, karena kesulitan air bersih yang kami rasakan tidak hanya pasca banjir, sebelum banjir kami juga kesulitan air bersih .” ucap Fadli dengan penuh harap. [RS]






