PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu, 8 April 2026, malam sempat melumpuhkan akses transportasi warga, akibat genangan air dan lumpur yang menutup ruas jalan utama antar gampong.
Jalan Simpang 4 Meurah Dua menuju Gampong Genteng–Seunong merupakan salah satu ruas jalan yang terdampak banjir susulan, dan sempat tidak bisa dilalui akibat tertutup lumpur dan genangan air.
Kondisi tersebut telah mendapat penanganan darurat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie Jaya, dengan cara membersihkan lumpur tersebut.
“Pembersihan lumpur sudah dilakukan dengan cepat atas instruksi Bapak Bupati. Saat ini, akses jalan kembali normal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pidie Jaya, Edi Saputra, Minggu, 12 April 2026.
Kata Edi, penanganan darurat tersebut dilakukan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat. Edi Saputra menambahkan, penanganan dilakukan dengan cara menurunkan alat berat yang tersedia.
“Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat proses penanganan di lapangan,” jelas Edi.
Edi mengaku, pembersihan dilakukan dengan ketersediaan alat berat yang terbatas, namun pihkanya tetap melaksanakan pembersihan secara maksimalkan.
“Selain ruas jalan Simpang 4 Meurah Dua–Genteng, sejumlah jalan lain yang sebelumnya terdampak kini juga telah kembali dapat diakses, di antaranya ruas Pante Beurene–Meunasah Mancang, kawasan Dayah Kriet di Kecamatan Meurah Dua, serta jalan Gampong Meunasah Lhok menuju Pante Geulima,” rinci Edi.
Edi menambahkan, banjir susulan tersebut diduga terjadi karena kondisi Sungai Meureudu yang masih dangkal dan belum sepenuhnya dinormalisasi, sehingga tidak mampu menampung debit air pada saat curah hujan tinggi. [] ***






