PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, T.A. Khalid bersama Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Satgas Galapana), meninjau kondisi sawah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Pidie Jaya, Jum’at, 22 Mei 2026.
Kedatangan TA Khalid bersama Satgas Galapana di Pidie Jaya disambut Wakil Bupati, Hasan Basri.
TA Khalid bersama Satgas Galapana didampingi Wabup Hasan Basri melihat lansung kerusakan sawah akibat tertimbun lumpur. Selain itu, mereka juga melihat kondisi Kreung Meureudu yang dangkal, akibat sendimentasi.
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri pada kesempatan itu mengatakan, 1.112 hektar sawah di Pidie Jaya masuk katagori rusak ringan dan 141 hektar masuk katagori rusak sedang, dan dalam proses pembersihan.
“255 hektar masuk dalam katagori rusak berat dengan ketebalan lumpur setinggi 1 meter sampai 1,5 meter,” ujar Hasan Basri.
Hasan Basri menambahkan, pihaknya telah melakukan survey kelanyakan tanaman pada sawah dengan katagori rusak berat.
“Berdasarkan hasil survey, disana biasa ditanami tanaman palawija, sepeti Jagung, Kacang dan Bawang, namun yang jadi masalahnya adalah air,” ungkap Hasan Basri.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Wabup Hasan Basri, TA Khalid mengaku siap memfasilitasi bibit tanaman palawija bagi petani yang mengalami kerusakan sawah.
“Mohon disiapkan CPCL, agar bisa diberikan bibit palawija,” kata TA. Khalid.
TA Khalid menambahkan, penanganan sawah rusak akibat terdampak banjir harus selesai pada awal Juni 2026. TA Khalid berjanji untuk memfasilitasi kebutuhan air bagi petani.
“Kita akan mengupayakan pembangunan sumur bor skala besar. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan lokasi pembangunan,” tambah TA Khalid.
Sementara itu, sambung TA Khalid, normalisasi sungai Meureudu juga harus dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Normalisasi sungai Meureudeu kita upayakan pada tahun ini,” ucap TA Khalid. [] (ris/ah)







