Tiga Harimau Mati, Dua Warga Medan di tuntut 2,5 tahun 

Rabu, 14 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana persidangan penuntutan terhadap dua terdawa kasus matinya tiga harimau di Pengadilan Negeri Idi, Senin, 14 September 2022. Foto: Dok.lugas.co

Suasana persidangan penuntutan terhadap dua terdawa kasus matinya tiga harimau di Pengadilan Negeri Idi, Senin, 14 September 2022. Foto: Dok.lugas.co

ACEH TIMUR – LUGAS.CO | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kejari) Aceh Timur menuntut dua warga asal Medan, Sumatera Utara, dengan hukuman 2,5 tahun penjara, atas kasus matinya tiga Harimau Sumatera.

Kasus tersebut berawal dari ditemukannya tiga bangkai harimau dengan kondisi leher terkena jerat babi di seputaran perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Timur beberapa bulan lalu, dan polisi menetapkan dua tersangka, Juda Pasaribu bin Wabnes Pasaribu (38) dan Josep Meha bin Pinus Meha (56) atas kematian tiga harimau sumatera tersebut.

Amatan Lugas.co, Rabu, 14 September 2022, tuntutan tersebut dibacakan JPU Muhammad Iqbal Zaqwan pada persidangan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Idi Kabupaten Aceh Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun majelis hakim di ketuai Apriyanti serta didampingi Wahyu Diherpan dan Zaky Anwar, masing-masing sebagai hakim anggota, sedangkan kedua terdakwa didampingi penasehat hukumanya, Candra.

Kedua terdakwa di tuntut pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU No.5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain pidana penjara, JPU juga menuntut kedua terdakwa dengan denda masing-masing Rp50 juta subsidair atau hukuman pengganti selama enam bulan kurungan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis. Sidang dilanjutkan pada, Senin 19 September 2022, mendatang.

Kasus tersebut berawal dari ditemukannya tiga bangkai harimau dengan kondisi leher terkena jerat babi di seputaran perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Timur beberapa bulan lalu.[Syafiratul Khaira]

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen
Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah
Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji
Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban
Rumah Keuchik dilalap Si Jago Merah, Sepeda Motor dan Mobil ikut Terbakar
Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON
3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi
Asmara kandas Pria Asal Aceh Utara Mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:51

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:31

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:02

Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:17

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:04

Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON

Jumat, 7 Juni 2024 - 02:23

3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:25

Pelajar di Aceh Utara Nekat Curi Sepmor Anggota Polisi, Kini Mendekam di Jeruji Besi

Minggu, 14 April 2024 - 14:12

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Berita Terbaru

Foto: Tujuh Presidium KAHMI Bireuen periode 2024-2029  yang terpilih dalam Musda Ke III, Minggu (23/6)

Berita

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Minggu, 23 Jun 2024 - 19:51

Headline

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 13:17