Setelah Viral Pantai Bikini Pure Beach, Ada Upaya Legalkan Alkohol di Arab Saudi

Minggu, 31 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilutrasi Neom City, kota impian Pangeran Salman yang akan coba dibuat legalisasi alkohol. Sebelumnya juga viral terkait pantai bikin Pure Beach. Arab berubah? (Sumber: week construction neom city)

Ilutrasi Neom City, kota impian Pangeran Salman yang akan coba dibuat legalisasi alkohol. Sebelumnya juga viral terkait pantai bikin Pure Beach. Arab berubah? (Sumber: week construction neom city)

LUGAS.CO – RIYADH | Usaha Arab Saudi untuk menarik wisatawan asing datang ke negaranya tidak main-main. Setelah viral pantai bikini bernama Pure Beach, kini mereka berupaya untuk melegalkan alkohol.

 

Bagaimana bisa Arab Saudi yang terkenal konservatif dan adanya larangan dalam agama terkait minuman keras justru berupaya melegalkan alkohol?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Serupa Pure Beach, di mana perempuan bebas berbikini dan pasangan bebas untuk menikmati waktu berdua di pantai, nantinya upaya legalisasi alkohol ini juga diperbolehkan bagi wisatawan maupun warga lokal. Tempatnya pun khusus, di kota baru bernama NEOM City.

 

Neom adalah Kawasan kota baru di Arab Saudi yang merentang berhadapan melintasi tiga negara di Semenanjung Arab, yakni Mesir, Yordania dan tentu saja Arab sendiri. Kota ini berada di depan tepat laut merah dan dekat dengan Terusan Suez.

 

 

Nantinya, para ekspatriat maupun wisatawan di kota ini bisa dengan bebas beraktivitas dan menikmati alkohol tanpa ada larangan. Tapi, sekali lagi, hanya khusus di kota ini saja.

 

Selain daerah itu, apalagi di dua tanah suci Mekkah dan Medinah, larangan minuman beralkohol tetap berlaku dan jika ketahuan akan mendapatkan hukuman sesuai peraturan yang berlaku.

 

Joseph Bradley, CEO NEOM’s Tech and Digital Holding Company, menyebut bahwa upaya ini sedang dilakukan, namun tampaknya akan sulit jika mengacu Undang-undang Arab.

 

Meski begitu, katanya, peraturan baru dari otoritas akan dapat memudahkan upaya legalisasi alkohol ini. Sebab, visi kota NEOM ini serupa dengan upaya Saudi membuka lebar-lebar negaranya bagi dunia luar sebagaimana tercantum dalam visi 2030 Arab Saudi yang dicanangkan Pangeran Salman.

 

 

Sebuah visi diversifikasi ekonomi dari Pangeran Salman guna mengurangi ketergantungan mereka dengan minyak dan gas alam yang selama ini jadi devisa dan pendapatan utama negara. Wisata dan bisnis menjadi salah satu tujuan utama, seperti halnya upaya membangun kota NEOM ini.

 

“Kami ingin NEOM menjadi kota yang kompetitif. Kami ingin kelak jadi kota yang terbaik dan mereka (para wisatawan atau ekspat) di dunia datang ke NEOM dan bisa melakukan segalanya,” katanya dikutip AFP, Jumat.

 

Kota NEOM sendiri dibangu otoritas Arab dengan biaya diprediksi mencapai 500 milyar dolar AS. Kota ini seluas 26.500 km persegi dan nantinya akan banyak didirikan tempat bisnis dan juga wisata yang tentu saja bebas alkohol maupun kegiatan lainnya laiknya kota-kota bisnis di dunia lainnya.

 

Sumber : Kompas

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara
Iran Ingatkan Bakal Ada Ledakan Hebat Usai AS Veto Gencatan Senjata
Maaf NATO, Strategi di Ukraina Sudah Basi
Putin Usir 20 Diplomat Jerman dari Rusia, Ada Apa?
Kondisi Berbalik! AS di Ambang Kehancuran, China Berjaya
Klub Telanjang Rusia Beri Tiket Masuk Gratis untuk Tentara yang Perang di Ukraina
Ditolak NASA, Lulusan SMA Ini Buat Perusahaan Roket Sendiri
Usai Karantina, Nelayan Aceh Dipulangkan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Februari 2024 - 18:23

Menteri LHK Beri Kuliah Umum Tentang Transformasi Ekonomi Lingkungan Indonesia

Berita Terbaru

Ilustrasi. Sebuah roket Iran yang dipamerkan Teheran pada 17 Februari 2024. (REUTERS/WANA NEWS AGENCY)

Internasional

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Minggu, 14 Apr 2024 - 14:12

Pemilu

Calon Panwaslih Pidie Jaya Ikut Ujian Tulis

Senin, 1 Apr 2024 - 21:17