Semua Kantor Cabang Bank Mandiri di Aceh Berhenti Beroperasi Mulai Hari Ini

Jumat, 30 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. (dok.Bank Mandiri)

ilustrasi. (dok.Bank Mandiri)

Lugas.co – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi menutup semua kantor cabang di Aceh.

Operasional tiga kantor cabang terakhir di Aceh telah dihentikan mulai hari ini, Jumat (30/7/2021).

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Nomor 11 tahun 2018, di mana pada Pasal Qanun tersebut menyatakan, setiap lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh wajib menerapkan prinsip syariah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan, dengan ditutupnya tiga kantor cabang yang terletak di wilayah Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Langsa itu, total 52 kantor cabang Bank Mandiri di Provinsi Aceh telah berhenti beroperasi.

Bank Mandiri juga telah menyerahkan sejumlah aset perseroan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai representasi Mandiri Group di Provinsi Aceh, mengonversi 35 cabang ke dalam jaringan kantor BSI, dan mengalihkan rekening DPK maupun kredit ke BSI.

“Atas penghentian operasional cabang terakhir ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Aceh atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank Mandiri,” kata Aquarius, dikutip Jumat.

Namun demikian, agar dapat memenuhi kebutuhan dan pelayanan nasabah terkait penerapan Qanun LKS tersebut, Bank Mandiri akan membentuk kantor fungsional di tiga lokasi, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Langsa.

“Keberadaan kantor fungsional ini diharapkan dapat membantu melayani transisi penyelesaian hak dan kewajiban para nasabah Bank Mandiri,” ucap dia.

Sebagai informasi, mengacu pada Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Nomor 11 Tahun 2018, setiap lembaga keuangan yang memiliki operasional di Aceh harus melakukan transisi untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah. Qanun LKS tersebut mulai berlaku per 4 Januari 2019.

Di dalam Pasal 65 aturan tersebut dijelaskan, lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh wajib menyesuaikan dengan Qanun tersebut paling lama sejak aturan tersebut diundangkan.

Artinya, lembaga keuangan di Aceh masih memiliki waktu hingga tahun 2022 untuk secara penuh menerapkan praktik dan prinsip keuangan syariah.

Sumber : Kompas.com

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah
Balck Marlin di Stand DKP Pidie Jaya
HUT Pidie Jaya Mendongkrak Perputaran Ekonomi
Penjabat Gubernur Aceh Teken Rp 124 M dana CSR 2023 dengan 18 Perusahaan
Pemerintah Aceh raih Islamic Regional Entrepreneur Award 2023
Pj Gubernur dan Bank Mustaqim Aceh Raih 3 Penghargaan Top BUMD Awards 2023
Imbas Banjir, Hasil Panen Gabah di Pijay Tidak Maksimal
Kuota Pupuk Bersubsidi Untuk Pidie Jaya Naik 60 Persen

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:51

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:31

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:02

Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:17

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:04

Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON

Jumat, 7 Juni 2024 - 02:23

3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:25

Pelajar di Aceh Utara Nekat Curi Sepmor Anggota Polisi, Kini Mendekam di Jeruji Besi

Minggu, 14 April 2024 - 14:12

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Berita Terbaru

Foto: Tujuh Presidium KAHMI Bireuen periode 2024-2029  yang terpilih dalam Musda Ke III, Minggu (23/6)

Berita

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Minggu, 23 Jun 2024 - 19:51

Headline

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 13:17