Sempat Lumpuh Saat Banjir Susulan, Akses Jalan di Pidie Jaya Kembali Normal | Lugas.co

Sempat Lumpuh Saat Banjir Susulan, Akses Jalan di Pidie Jaya Kembali Normal

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembersihan Lumpur dengan alat berat.

Pembersihan Lumpur dengan alat berat.

PIDIE JAYA, LUGAS.CO – Banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu, 8 April 2026, malam sempat melumpuhkan akses transportasi warga, akibat genangan air dan lumpur yang menutup ruas jalan utama antar gampong.

Jalan Simpang 4 Meurah Dua menuju Gampong Genteng–Seunong merupakan salah satu ruas jalan yang terdampak banjir susulan, dan sempat tidak bisa dilalui akibat tertutup lumpur dan genangan air.

Kondisi tersebut telah mendapat penanganan darurat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie Jaya, dengan cara membersihkan lumpur tersebut.

“Pembersihan lumpur sudah dilakukan dengan cepat atas instruksi Bapak Bupati. Saat ini, akses jalan kembali normal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pidie Jaya, Edi Saputra, Minggu, 12 April 2026.

Kata Edi, penanganan darurat tersebut dilakukan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat. Edi Saputra menambahkan, penanganan dilakukan dengan cara menurunkan alat berat yang tersedia.

“Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat proses penanganan di lapangan,” jelas Edi.

Edi mengaku, pembersihan dilakukan dengan ketersediaan alat berat yang terbatas, namun pihkanya tetap melaksanakan pembersihan secara maksimalkan.

“Selain ruas jalan Simpang 4 Meurah Dua–Genteng, sejumlah jalan lain yang sebelumnya terdampak kini juga telah kembali dapat diakses, di antaranya ruas Pante Beurene–Meunasah Mancang, kawasan Dayah Kriet di Kecamatan Meurah Dua, serta jalan Gampong Meunasah Lhok menuju Pante Geulima,” rinci Edi.

Edi menambahkan, banjir susulan tersebut diduga terjadi karena kondisi Sungai Meureudu yang masih dangkal dan belum sepenuhnya dinormalisasi, sehingga tidak mampu menampung debit air pada saat curah hujan tinggi. [] ***

Facebook Comments Box
Baca juga:  Pemkab Bireuen Cairkan Dana Desa Tahap I Senilai Rp 68 Miliar Lebih

Berita Terkait

58 SPPG Beroperasi di Bireuen, Terbanyak di Kota Juang
Edi Saputra ditunjuk Sebagai Plt Kadis PU Pidie Jaya
Pria Tuna Rungu Wicara di Aceh Utara Serang Ibu dan Anak
Safrizal : 104 Unit Huntara Selesai Dibangun, 42.700 Hektar Sawah Dibersihkan
Camat Cot Girek Lantik 4 Geuchik, Tekankan Pengelolaan Dana Desa
Ini 8 Pejabat Eselon II Yang Dilantik Bupati Mukhlis
Polres Bireuen Sertijab 2 Kasat dan 3 Kapolsek
Tenunin Ambon, Ruang Regenerasi Penenun Muda

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 17:31

Sempat Lumpuh Saat Banjir Susulan, Akses Jalan di Pidie Jaya Kembali Normal

Minggu, 12 April 2026 - 07:47

58 SPPG Beroperasi di Bireuen, Terbanyak di Kota Juang

Jumat, 10 April 2026 - 09:28

Edi Saputra ditunjuk Sebagai Plt Kadis PU Pidie Jaya

Rabu, 8 April 2026 - 09:23

Safrizal : 104 Unit Huntara Selesai Dibangun, 42.700 Hektar Sawah Dibersihkan

Selasa, 7 April 2026 - 10:17

Camat Cot Girek Lantik 4 Geuchik, Tekankan Pengelolaan Dana Desa

Berita Terbaru

Daerah

58 SPPG Beroperasi di Bireuen, Terbanyak di Kota Juang

Minggu, 12 Apr 2026 - 07:47

Foto: Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, saat menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) kepada Edi Saputra sebagai Plt Kepala Dinas PU.

Daerah

Edi Saputra ditunjuk Sebagai Plt Kadis PU Pidie Jaya

Jumat, 10 Apr 2026 - 09:28