KPA: Pemerintahan Aceh Perusak Perdamaian

Kamis, 12 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh-Perdamaian antara GAM dan Pemerintah RI lewat MoU Helsinki pada 16 tahun lalu semestinya menjadi catatan sejarah penting untuk diimplementasi kedua belah pihak, sehingga sepanjang masa perjalanan itu beriringan dan bersama-sama agar tidak pincang satu dengan lainnya.

“Tidak sebagaimana mestinya, selama ini sepertinya berjalan sendiri-sendiri. Dimana Pemerintah RI lewat pemerintahan Aceh hanya sibuk mengurus dirinya sendiri,” cetus Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, H Kamaruddin Abubakar kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (12/08/2021), dalam menyikapi Ultah ke-16 Mou Helsinki perdamaian GAM-RI yang jatuh pada setiap 15 Agustus mendatang.

Abu Razak sapaan akrab H Kamaruddin Abubakar menyebutkan, Ultah ke-16 MoU Helsinki dalam mengenang perdamaian GAM dengan Pemerintahan RI yang setiap tahun digelar, pada 15 Agustus 2021 ini kembali dirayakan, namun sampai sejauh ini pihaknya tidak  tahu sama sekali

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai sejauh ini pihak kami selaku mantan gerbong GAM tak tahu sama sekali. Dalam hal ini kami bukan semata-mata hanya tamu undangan pada perhelatan acara nantinya,” ujar Abu Razak seraya mengatakan dimana tahun-tahun yang lalu sejak tiga bulan sebelumnya sudah diberi tahu.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Pemerintah Aceh atau Pemerintah RI semakin hari kian menunjukkan perilaku “pongah” dan bersikap one man show.

“Ini tak boleh dibiarkan, dan harus segera berhenti dari cara-cara yang hanya ingin menang sendiri,” tegas Abu Razak.

Abu Razak melanjutkan, Pemerintah Pusat selama ini ingkar janji dan sama sekali tak menghargai butir-butir MoU Helsinki bahkan UU Nomor 11 tahun 2005 tentang Pemerintahan Aceh itu sendiri diabaikan dan kekhususan di dalamnya menjadi terkebiri.

Dia menyebutkan, pemerintahan yang egois ini lah kemudian menimbulkan disintegrasi bangsa sehingga perang bisa pecah dimana-mana. “Itukah yang diinginkan ?” Tutup Abu Razak yang juga Sekjen DPP Parta Aceh. (Red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pilkada di Aceh Terancam Batal dan Digugat Secara Hukum
Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON
Waka Polres Bireuen Turun Kejalan Bagikan Takjil Gratis  Kepada Masyarakat
Rakan Muda Bagikan 300 Paket Takjil di Lhokseumawe
Safari Ramadhan di Jangka, Haji Mukhlis Santuni Anak Yatim dan Serahkan Kipas Angin
Polres Bireuen Jaring 7 Remaja dan 9 Sepmor Tidak Standar Saat Patroli
Meugang Pertama, Harga Daging Sapi di Bireuen Capai Rp 180 Ribu dan Kerbau Rp 200 Ribu
Pemkab Pidie Jaya Entry Meeting Bersama BPK Aceh
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:51

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:31

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:02

Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:17

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:04

Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON

Jumat, 7 Juni 2024 - 02:23

3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:25

Pelajar di Aceh Utara Nekat Curi Sepmor Anggota Polisi, Kini Mendekam di Jeruji Besi

Minggu, 14 April 2024 - 14:12

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Berita Terbaru

Foto: Tujuh Presidium KAHMI Bireuen periode 2024-2029  yang terpilih dalam Musda Ke III, Minggu (23/6)

Berita

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Minggu, 23 Jun 2024 - 19:51

Headline

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 13:17