Kasus Terbakar Sumur Minyak, Dua Orang Jadi Tersangka

Kamis, 24 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MS dan ML ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran sumur minyak didi Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur./Ist

MS dan ML ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran sumur minyak didi Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur./Ist

ACEH TIMUR-Lugas | Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait terjadinya kebakakaran sumur minyak di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, melalui Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, Kamis, (24/3) mengatakan setelah melakukan gelar perkara dan penyidikan, pihaknya menetapkan dua orang menjadi tersangka

“Untuk sementara yang sudah ditetapkan jadi tersangka dua orang, sedangkan satu orang lagi masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Miftahuda Dizha Fezuono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Polda Aceh Akan Hentikan Penyelidikan Terhadap Tgk Ni

Kedua tersangka memiliki peran yang berbeda, tersangka MS, (51) sebagai pemilik lahan tersangka ML, (32) sebagai penyandang dana dari kegiatan pengeboran minyak, dan keduanya merupakan warga Kecamatan Ranto Peureulak.

“Terkait kebakaran yang merenggut tiga nyawa tersebut, kita sudah memeriksa delapan orang saksi,” jelasnya.

Baca Juga : Polisi Tahan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pekerjaan Jalan di Simeulue

Dari kasus tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa satu set alat atau perlengkapan untuk melakukan pengeboran, serta hasil kegiatan pengeboran (minyak mentah bercampur air serta lumpur) dan kasus tersebut sedang dilakukan pengembangan lanjutan.

“Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar pasal 40 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja atas perubahan pasal 52 subs pasal 53 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara atau denda 60 Milyar Rupiah.” kata AKP Miftahuda Dizha Fezuono. | RED.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen
Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah
Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji
Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban
Rumah Keuchik dilalap Si Jago Merah, Sepeda Motor dan Mobil ikut Terbakar
Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON
3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi
Asmara kandas Pria Asal Aceh Utara Mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:51

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:31

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:02

Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:17

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:04

Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON

Jumat, 7 Juni 2024 - 02:23

3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:25

Pelajar di Aceh Utara Nekat Curi Sepmor Anggota Polisi, Kini Mendekam di Jeruji Besi

Minggu, 14 April 2024 - 14:12

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Berita Terbaru

Foto: Tujuh Presidium KAHMI Bireuen periode 2024-2029  yang terpilih dalam Musda Ke III, Minggu (23/6)

Berita

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Minggu, 23 Jun 2024 - 19:51

Headline

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 13:17