BPPA Kembali Pulangkan Seorang Warga Aceh Utara dari Thailand

Rabu, 2 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur (ujung kiri) beserta staf BPPA saat melakukan foto bersama dengan Muchsin (tiga dari kanan) di Kantor BPPA, Rabu, 2 Maret 2022. (Foto: Humas BPPA)

Foto: Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur (ujung kiri) beserta staf BPPA saat melakukan foto bersama dengan Muchsin (tiga dari kanan) di Kantor BPPA, Rabu, 2 Maret 2022. (Foto: Humas BPPA)

Jakarta – Lugas Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) kembali memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh Utara, Muchsin (31) yang dipulangkan bersama empat nelayan dari Thailand pada 18 Februari 2022 lalu, ke Indonesia.

Muchsin diketahui mengalami karam kapal kecil bersama dua rekannya, Muhammad Azmi (24), dan M Yusuf (50) di perairan selat Malaka, sebelum ditahan di Thailand bersama lima nelayan yang membawa sarang burung walet tanpa dokumen impor.

Ia yang telah menjalani karantina di Wisma Atlit Pademangan, Jakarta, selama 10 hari akan dipulangkan ke Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, melalui jalan darat dengan menumpangi bus Putra Pelangi, lewat terminal bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis, 3 Maret 2022 besok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si mengatakan, pihaknya baru mengetahui keberadaan Muchsin di Wisma Atlit Pademangan setelah selesai masa karantina. Karena diberitakan sebelumnya ia sudah pulang ke Aceh secara mandiri.

“Kita baru mendapatkan laporan dari Satgas Covid-19 di Wisma Atlit, bahwa ada seorang warga Aceh lagi yang baru selesai karantina, dan dipulangkan dari Thailand beberapa waktu lalu,” katanya.

Almuniza menambahkan, jika diketahui Muchsin belum pulang ke Aceh, maka akan dipulangkan bersama dengan seorang nelayan, Alaudin yang diberangkatkan hari ini (Rabu) melalui jalur darat juga.

“Sedangkan, tiga nelayan lainnya, yakni Junaidi, Riki Ardian dan Zainal Arifin sudah duluan dipulangkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui pesawat, di hari yang berbeda,” katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya Muchsin bersama dua rekannya, Muhammad Azmi, dan M Yusuf merupakan warga biasa yang mengalami karam kapal kecil saat memancing ikan di kawasan perairan Selat Malaka, sekitar tanggal 23 Mei 2022.

“Kemudian mereka dibantu oleh lima nelayan yang diketahui membawa sarang burung walet, setelah sempat terombang-ambing di lautan,” kata Almuniza.

Diketahui, tujuh nelayan asal Aceh ditahan di Thailand pada 25 Mei 2021 lalu, akibat membawa sarang burung walet tanpa dokumen impor. Namun, mereka dibebaskan setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Thailand IX yang berulang tahun.

Sementara yang sudah dipulangkan ke Indonesia baru lima orang. Sementara dua orang nelayan lagi, belum bisa dipulangkan karena positif Covid-19 saat menjalani tes.

Almuniza mengatakan, ketujuh nelayan berasal dari Aceh Timur yang berlayar menggunakan KM Antamela itu, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada 22 Mei 2021, dengan tujuannya ke Pelabuhan Satun, Thailand.

“Namun, pada 25 Mei 2022 mereka ditangkap oleh aparat keamanan Thailand di kawasan perairan Pulau Lippeh, Provinsi Satun. Karena, dari hasil pemeriksaan, kapal mereka memuat 300 Kg sarang burung walet tanpa dokumen impor,” katanya.

Selain itu juga kata Almuniza, para nelayan melanggar keimigrasian dan dokumen pelayaran. Dimana jumlah awak kapal tidak sesuai dengan dokumen yang tercantum dalam autward manifes dan port clearance yang diterbitkan Syahbandar Tanjung Balai Asahan.

“Selama ditahan, mereka mendapat pendampingan dari KRI Songkhla, terutama kondisi kesehatan ABK, serta memberikan bantuan kekonsuleran, termasuk menyediakan penerjemahan,” sebutnya.

Almuniza mewakili Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh, berterima kasih kepada Konsulat RI Songkhla, KBRI Thailand, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, PWNI, BP2MI, Satgas Covid-19, serta unsur lainnya.

Sementara, Muchsin mengucapkan terimakasih kepad seluruh pihak yang telah membantu kepulangannya, baik dari Thailand, hingga sampai ke Indonesia kemudian berlanjut ke Aceh.

Dia juga menjelaskan sebenarnya dirinya bersama dua orang teman lainnya bukanlah nelayan, namun warga biasa yang saat itu tengah memancing di laut. Namun perahu yang ditumpanginya mengalami karam hingga di bantu oleh nelayan lain, yang rupanya tengah menyelundupkan sarang burung walet.

“Kami baru tahu kejadian tersebut, namun tetap ditahan oleh otoritas di Thailand,” jelas dia di Kantor BPPA.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara
PA Pidie Jaya Raih 12 Kursi DPRK
Bawaslu RI Pantau Langsung PSU di Pidie Jaya
Real Count KPU 20:00 WIB:Ini Daftar Partai Lolos & Gak Lolos Parlemen
15 TPS di Aceh Berpotensi Pemungutan Suara Ulang
Termuda, Caleg DPRK Pidie Jaya ini Pastikan Satu Kursi
Oligarki Mengapa Harus Kita Lawan
Pj Bupati Pidie Jaya Lepas Pendistribusian Logistik Pemilu Tahun 2024

Berita Terkait

Sabtu, 23 Maret 2024 - 01:46

Waka Polres Bireuen Turun Kejalan Bagikan Takjil Gratis  Kepada Masyarakat

Minggu, 17 Maret 2024 - 16:51

Safari Ramadhan di Jangka, Haji Mukhlis Santuni Anak Yatim dan Serahkan Kipas Angin

Minggu, 17 Maret 2024 - 03:37

Polres Bireuen Jaring 7 Remaja dan 9 Sepmor Tidak Standar Saat Patroli

Minggu, 10 Maret 2024 - 14:50

Meugang Pertama, Harga Daging Sapi di Bireuen Capai Rp 180 Ribu dan Kerbau Rp 200 Ribu

Senin, 12 Februari 2024 - 19:34

Pemkab Pidie Jaya Entry Meeting Bersama BPK Aceh

Rabu, 7 Februari 2024 - 16:45

Ratusan Warga Larut Dalam Zikir Isra Mi’raj  1445

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:45

Pj Bupati Pidie Jaya Ingatkan ASN Tingkatkan Kedisiplinan Dalam Bekerja

Senin, 5 Februari 2024 - 13:05

Kapolres Bireuen Pimpin Sertijab Waka Polres dan 3 PJU

Berita Terbaru

Ilustrasi. Sebuah roket Iran yang dipamerkan Teheran pada 17 Februari 2024. (REUTERS/WANA NEWS AGENCY)

Internasional

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Minggu, 14 Apr 2024 - 14:12

Pemilu

Calon Panwaslih Pidie Jaya Ikut Ujian Tulis

Senin, 1 Apr 2024 - 21:17