BI Tegaskan Dukungannya Terhadap Kemajuan Industri Fashion Muslim di Aceh 

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Harian Dekranasda Aceh Safrida Yuliani, menyaksikan peragaan busana hasil karya desainer Aceh, pada acara penutupan Muslim Fashion Collaboration tahun 2021, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (7/8/2021) malam.

Ketua Harian Dekranasda Aceh Safrida Yuliani, menyaksikan peragaan busana hasil karya desainer Aceh, pada acara penutupan Muslim Fashion Collaboration tahun 2021, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (7/8/2021) malam.

Lugas.co, Banda Aceh – Dekranasda Aceh mengapresiasi perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh terhadap perkembangan industri fashion muslim di Bumi Serambi Mekah, yang telah menegaskan dukungannya terhadap kemajuan industri fashion dengan menggelar pelatihan intensif bagi para penjahit dan desainer.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Dekranasda Aceh Safrida Yuliani, dalam sambutan saat menutup secara reamu Muslim Fashion Collaboration tahun 2021, di Aceh Ballroom Hermes Palace Hotel, Sabtu (7/8/2021) malam.

“Terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, yang telah berusaha mendorong keberadaan industri fashion muslim lokal di Aceh dengan menggelar pelatihan intensif selama 2 bulan yang melibatkan seluruh elemen industri fashion mulai dari fashion design, penjahit, fashion model sampai kepada pemilik butik yang nama programnya Muslim Fashion Collaboration 2021,” ujar Safrida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, sebagai satu-satunya wilayah di Indonesia yang menerapkan syariat Islam dan berpenduduk mayoritas muslim, maka sudah sepatutnya industri fashion muslim berkembang dengan baik di Aceh, dibandingkan dengan daerah atau provinsi lain di Indonesia. Karena pakaian muslim sudah menjadi cerminan penampilan sehari-hari di Aceh.

Safrida meyakini, kegiatan ini sangat baik untuk mengurangi ketergantungan Aceh akan produk fashion luar negeri maupun luar daerah. Dukungan semacam ini akan memotivasi masyarakat Aceh untuk tidak lagi membeli produk dari luar, sehingga orang Aceh cinta akan produk lokal dan uang orang Aceh tidak lagi lari ke luar.

“Semoga program ini menjadi inisiasi kebangkitan industri fashion muslim di Aceh, serta menjadi modal berharga bagi generasi muda pelaku industri fashion muslim di Aceh. Kepada para pelaku fashion, baik fashion design maupun penjahit, saya imbau untuk terus berlatih. Ciptakan suatu model pakaian muslim yang up to date, nyaman dipakai serta menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi zaman agar produk kita dilirik oleh semua kalangan,” ujar Safrida berpesan.

Dalam kesempatan tersebut, Safrida berpesan agar peserta program mengaplikasikan serta membagikan informasi serta kemampuan yang didapatkan melalui pelatihan sehingga dampak dari program ini mampu menjangkau dari hulu hingga hilir pada industri fashion muslim.

“Janganlah pernah merasa puas akan apa yang telah didapat serta dilakukan, senantiasalah berkembang dan menyesuaikan zaman serta kebutuhan pasar hingga pelaku industri fashion muslim Aceh dapat menjadi penguasa di pasar Aceh bahkan Nasional,” pungkas Safrida Yuliani.

Kegiatan bertajuk ‘The New Beginning’ ini dirangkai dengan peragaan busana hasil karya para desainer yang telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari Bank Indonesia. Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para undangan yang datang di swab terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan acara.

Penutupan MFC tahun 2021 dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Ketua Dekranasda Aceh Besar, serta sejumlah pegiat fashion lainnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah
Balck Marlin di Stand DKP Pidie Jaya
HUT Pidie Jaya Mendongkrak Perputaran Ekonomi
Penjabat Gubernur Aceh Teken Rp 124 M dana CSR 2023 dengan 18 Perusahaan
Pemerintah Aceh raih Islamic Regional Entrepreneur Award 2023
Pj Gubernur dan Bank Mustaqim Aceh Raih 3 Penghargaan Top BUMD Awards 2023
Imbas Banjir, Hasil Panen Gabah di Pijay Tidak Maksimal
Kuota Pupuk Bersubsidi Untuk Pidie Jaya Naik 60 Persen

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:51

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:31

Stok Pangan Menipis di Pelosok Singkil, Pemerintah Adakan Pangan Murah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:02

Kanwil Kemenag Aceh Umum Jadwal Pemulangan Jemaah Haji

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:17

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Jumat, 7 Juni 2024 - 13:04

Pj Gubernur Aceh Warning Sisa Waktu Persiapan PON

Jumat, 7 Juni 2024 - 02:23

3.142 Jemaah Haji asal Aceh tiba di Arab Saudi

Sabtu, 4 Mei 2024 - 15:25

Pelajar di Aceh Utara Nekat Curi Sepmor Anggota Polisi, Kini Mendekam di Jeruji Besi

Minggu, 14 April 2024 - 14:12

Iran Serang Israel, Negara-negara Kawasan Tutup Ruang Udara

Berita Terbaru

Foto: Tujuh Presidium KAHMI Bireuen periode 2024-2029  yang terpilih dalam Musda Ke III, Minggu (23/6)

Berita

Musda Sukses, ini Tujuh Presidium KAHMI Bireuen

Minggu, 23 Jun 2024 - 19:51

Headline

Blang Mee Sembelih 25 Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 13:17